I don’t think I am ready.
seminggu sudah nikahan buk sandri (sekarang jadi ibu tri ya hehhe..) berlalu. dan seminggu ini pula kepala ku berasa dung..dung..dung.. pusing. pusing karena emang capek banget (sumpah badan mau rontok rasanya) mondar-mandir bandung-jakarta-surabaya-gresik-surabaya-jakarta-bandung, pusing karena inget masih banyak daftar pekerjaan yang menumpuk (dan mungkin tertunda) gara-gara ditinggal ke nikahan buk sandri, sampai pusing karena kebanyakan senyum sambil ngarang bilang “doain aja tante, om, eyang…” tiap kali ditanya kapan nyusul ampe muak hehhe..
yahuuuy.. terus terang aja, dibalik senyuman manis dan jawaban “insya Allah, doain aja tante..” yang ku lakukan setiap pertanyaan standar itu memberondong ku bak senapan headshot nya si mBos (mulai lebay), aku berpikir.. am I ready?
I don’t think I am ready. Apalagi setelah kemaren 2 hari penuh mendampingi transformasi buk Sandri menjadi ibu Tri, aku malah makin merasa ngga siap dalam pengertian Takut. yup, I am scared.
Aku terintimidasi oleh megahnya dan rumitnya prosesi suatu pernikahan. Mulai dari midodareni (walo kemaren ngga jelas juga itu midodareni atau pengajian hehehe..), persiapan buat akad nikah which is di rias sama ibu-ibu (nenek2 gw rasa, secara ngerias nyokap gw waktu jadi manten juga) mulai dari jam 4.30 pagi, rentetan prosesi akad yang sampai membuat kaki buk Sandri menjadi biru dan mati rasa (gw aja kesemutan), sampe resepsi yang mewajibkan dirimu berdiri 2 jam lebih non stop. hahhaa… Masya Allah…
Aku juga terintimidasi oleh keadaan setelah menikah. melihat buk Sandri langsung bareng dengan suami membuat aku berpikir bahwa aku harus siap menanggalkan semua hal yang sekarang aku kerjakan. waduuuw.. aaarrrrggghhh… belom bisa deh ngebayangin kayak apa kalo nikah ntar!! hehhe…
hmm.. lebay sih sebenernya hehhe.. sebenernya sih, aku cuman menunggu kapan saat yang tepat buat fokus ke arah pernikahan itu sendiri. gimana pun juga, menikah itu kan ibadah, niat nya ya harus total diniatin dan dipikirin bener-bener, ngga boleh setengah-setengah. nah, kalo sekarang aku disuruh mikir kapan nikah, ya ngga mungkin bisa serius mikirnya, secara mikirin tesis aja belom bener apalagi ditambah mikirin nikah.. bisa tambah rontok rambut gw.. hehhe..
biar gimana pun juga, aku ingin menikah. kemaren, waktu liat buk sandri sungkem ke om totok dan mereka menangis, aku terharu.. bahkan di akad nya pun aku menangis. nangis itu karena terharu sama prosesi nya sekaligus karena aku ngeliat bapak, dan membayangkan.. nanti ketika aku menikah kan bapak yang ber-akad sama calon suami aku, dan ntah kenapa aku jadi pengen nangis.. aku ngebayangin ntar kalo aku akad nikah pasti gw mewek.. apalagi pas sungkem.. beuuuh.. bisa banjir air mata kayaknya, secara gw paling ngga tahan sama yang mengharukan begitu.. hiks..
satu hal yang membuat aku punya perasaan sedih (bersalah sih lebih tepatnya) adalah belum bisa memberikan momen pernikahan ini buat bapak-ibu, dan keluarga ku. karena keliatannya mereka udah pengen aku mulai serius berpikir ke arah ini (tapi aku nya ngga serius2 hehhe..). tapi perasaan siap nya belum muncul.. yah, mohon doa restu aja.. dan mohon kemudahan dari Mu ya Allah… Amin.
twenty five.
sekitar 6 atau 7 taun yang lalu, aku lagi seneng-senengnya menggunakan fasilitas chatting di internet. waktu itu belum banyak teman ku yang hobi chatting (ngga kayak sekarang, hampir semua temanku ngga mungkin ngga punya id YM!!). uumm.. sebenernya aku udah kenal sama fasilitas chatting ini (jaman mirc) dari waktu aku sma kelas 1, waktu aku ikut kursus inggris di TBI, cuman ketertarikan itu memuncak baru sekitar 6 atau 7 taun yang lalu, waktu aku juga kebetulan banyak mempelajari komputer.
berhubung belum banyak temen chatting, aku suka masuk forum umum dan mengobrol dengan siapa aja. waktu itu motivasinya sih cuman buat membunuh waktu, atau belajar bahasa inggris (kalo masuk ke forum internasional). dan berhubung ngga pernah tau dengan siapa aku mengobrol, aku sih seringnya asal kalo disuruh nyebutin asl (age, sex, location, bhs mirc bgt!! hahah). dan entah kenapa, hari ini tiba-tiba keingat sama suatu hari ketika aku bilang sama org yang chatting denganku bahwa umurku 25 taun (padahal wkt itu umurku baru 19 atau 20 taun gt deh).
aku bilang ke org yang chatting denganku, “udah tua ya?” (hey, gw masih muda bgt wkt itu, wajar dong mikir 25 taun itu tua
). ternyata org yang chatting denganku malah menjawab, “engga lah, lagi ranum-ranumnya malah”.
hmm. waktu itu (waktu usiaku 19 atau 20 taun itu ya) aku berpikir, apakah seorang wanita berumur 25 taun itu sudah terbilang matang ya, sehingga si “teman chatting” ku itu berkata demikian?
well, yang jelas setelah itu aku berpikir, seperti apakah aku disaat umur 25 taun nanti? dewasa kah? udah bekerja kah? udah menikah kah??
dan siang ini, ditengah-tengah hujan yang mengguyur warung kecil tempat aku makan siang nasi+ayam goreng tadi (halah..), aku tiba-tiba teringat kejadian itu. now I’m 25 and I think I’ve got the answer of those question. aku belum menikah. tapi aku merasa aku sangat jauh lebih dewasa sekarang. aku sudah bekerja walau belum menjadi seorang pegawai kantoran. namun banyak hal lain yang kutemukan dalam diriku yang sangat luar biasa, dan mungkin ketika 6 atau 7 taun yang lalu aku tidak terpikir akan melakukan itu semua. Aku yang sekarang bisa sekolah lagi (S2), aku yang sekarang punya banyak impian dan sedang berusaha mewujudkan… rasanya sangat bangga ketika aku berpikir bahwa di usia 25 taun ini ternyata aku melakukan banyak hal yang jauh lebih luar biasa dibandingkan ekspektasi ku di 6 atau 7 taun yang lalu. Alhamdulillah… terima kasih ya Allah..
I’m 25 years old. and I’m still have a lot of dream. I’ll make it come true. I know I can do it. I’ll never give up!!
Help me God. ^^
Antara kata hati, tanggung jawab, dan kemauan.
Kick Andy malam itu 290808 TOP banget. Bukan cuman gara-gara ada si mas Bara Pattiradjawane, tapi karena memang isinya a whole packet of inspiration.
Ternyata di dunia ini memang isinya penuh dengan pilihan. Ada Nugie yang memilih jalan sebagai penyanyi dan meninggalkan bangku kuliahnya, Damien pesulap itu yang sebenarnya sarjana ekonomi, dan Bara Pattiradjawane yang sebenarnya sudah sangat siap untuk menjadi seorang diplomat kemudian merasa bahwa memasak adalah jalan hidupnya.
Tapi memilih jalan hidup yang benar-benar sesuai untuk diri kita dan memang akhirnya akan membuat kita berhasil didalamnya bukan hal yang mudah juga. Kadang seseorang bisa saja merasa suka dan hobi melakukan sesuatu, tapi kemudian yang ada ternyata dia tidak berhasil kemudian menjadi merasa salah jalan and then get frustrated, blablabla..
Sebenarnya yang perlu digarisbawahi ketika kita membicarakan tentang pilihan hidup kita adalah kata hati, tanggung jawab, dan kemauan.
Ikuti kata hati kita. Kita mau melakukan apa sebenarnya? Dan kita bisa mendengar kata hati kita itu hanya ketika kita dekat dengan pemilik hati kita (Tuhan YME). Benar kata Nugie di acara Kick Andy itu, lagunya yang berjudul Lentera Hati itu menginsyaratkan bahwa dalam hati setiap umat manusia di dunia ini, pasti “disentuh” oleh Tuhan. Tapi saat dimana kita mersakan “sentuhan” itulah yang berbeda-beda, baik caranya maupun waktunya. Banyak orang yang mungkin seketika mendapat inspirasi tentang apa yang ingin lakukan sebenarnya ketika dia sedang melamun, memasak, atau bahkan mau tidur. No problemo. Pada intinya, setiap orang pasti bisa tau apa sesungguhnya yang ia ingin lakukan, tinggal bagaimana ia bisa mendengarkan isi hatinya. Dan rasanya hal tersebut tetap bergantung pada kedekatan manusia dengan Tuhan. Semakin kita mendekat kepadaNya, semakin kita tau, apa yang Dia bisikkan pada kita lewat hati kita.
Ketika kita sudah tau isi dan kata hati kita, dan kita tau apa cita-cita kita, selanjutnya yang perlu kita lakukan ada bagaimana kita bertanggungjawab dengan pilihan kita. Ini bukan hal yang gampang. Karena biasanya, seseorang yang bergerak dan berjalan mengikuti kata hati, dijamin pasti banyak godaan. Apapun itu. Karena itu ada satu hal lagi yang penting untuk mendukung tanggung jawab kita terhadap pilihan kita, yaitu kemauan. Mau kah kita mengikuti setiap tahap yang perlu kita lakukan untuk menjadi terbaik pada bidang yang kita pilih?? Tak sedikit manusia yang menyerah di tahap mau/tidak ini dan memilih jalur aman saja karena itu akan memberikan sebuah nilai kenyamanan hidup untuknya. Pada dasarnya ketika kita sudah memilih jalan pun, tidak mungkin kita melaluinya tanpa kerja keras, karena segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang instan. Tidak ada orang yang bisa langsung berhasil walaupun dia sudah tau dia suka apa dan ingin jadi apa. Bahkan si Bambi (Bambino, dorama Jepang) harus bekerja menjadi seorang pelayan dulu hanya untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang Chef. Bagaimana seseorang itu bisa bertanggungjawab dan fokus dalam melewati tahap yang harus dilalui demi mewujudkan keinginannya itulah hal yang terberat dalam mengikuti kata hati. Tapi untuk seseorang yang mau melangkah dan fokus untuk mewujudkan kata hati, untuk menjadi yang terbaik pada bidang yang dipilihnya, tentu dia pasti berhasil. Dan keberhasilan itu tentunya membuktikan banyak hal pada orang-orang yang mungkin ragu pada diri kita, dan tentu juga kita berhasil membuktikan bahwa kita telah bertanggungjawab atas apa yang kita pilih.
Ada satu kalimat dari Bara Pattiradjawane yang aku suka, “Ketika kita telah memilih sesuatu hal, lakukan sebaik mungkin, begitu baiknya sampai orang mencari kita karena kebaikan itu”. Hal yang serupa juga pernah aku baca di buku (alm)Chrisye “Apapun profesi mu, jadikanlah ia membuatmu dihargai orang”. Ini menjelaskan betapa pentingnya kita bertanggungjawab dengan jalan apa yang telah kita pilih.
Let’s get focused.
“Orang yang tidak pernah fokus dengan apa yang dilakukannya, dia tidak akan pernah berhasil mencapai mimpinya” (Bambino)
My SpeciaL wish @my Buzzday
July 13th.. maybe 25 years ago my lovely parents was wait their beautiful (hoek) daughter born in this wonderful world.
Apa ya yang mereka pikirkan dan harapkan tentang anaknya yang satu ini? Jadi apa? Seperti di salah satu cerita di doraemon (ntah no berapa) ada cerita dimana nobita kembali ke saat ketika dy dilahirkan dan dy mendengar orang tua nya berharap begitu besar padanya.
Apa yang orang tua ku harapkan padaku?
Apakah aku sudah memenuhi sebagian keinginan mereka?
Aku bersyukur, amat sangat bersyukur kepada Allah SWT yang memberikan banyak kebahagian padaku. Tak pernah sedikit pun Allah SWT memberikan kesulitan padaku. Kalaupun ada beberapa hambatan, Beliau selalu menunjukkan kemudahan2 didalamnya. Pantas kah aku jika tak bersyukur?
Allah memberikan kekuatan fisik dan mental yang sempurna untukku sehingga aku bisa menjelajah dunia ini dengan kekuatan itu. Rizki? Alhamdulillah aku tak pernah kekurangan dan kesulitan sedikit pun.
Aku juga di anugerahi keluarga yang menyayangiku. Teman-teman yang luar biasa. Dan seseorang yang tersayang dan sangat spesial dihatiku
Pantas kah aku untuk tidak bersyukur?? Ya Allah.. ampuni kesalahan2ku. Mungkin aku lupa padaMu yang telah memberikan anugrah begitu banyak dan indah. Aku ingin selalu dalam lindunganMu.. aku ingin kebahagiaan dan keberuntungan ini senantiasa ada dariMu untukku.. agar aku bisa selalu ingat dan bersyukur padaMu..
Aku punya banyak rencana.. banyak permintaan.. hanya dengan izinMu ya Allah semua bisa menjadi nyata. Berikanlah izin, restu, dan ridhoMu.. atas semua harapanku.. Amin ya robbal alamin…
Cooking.. cooking.. and watching Gula-Gula!! ^^v
Nonton acara masak memasak itu juga merupakan salah kesenangan saya. Hmm.. motivasinya tentu selain supaya bisa memasak, juga karena aku seneng banget ngeliatin makanan yang enak-enak di tivi hehhe.. apalagi kalo diliatin proses pembuatannya. Sebenernya sih kalo ngeliat acara masak di tivi aku relatif sering cuman ngeliatin bumbu-bumbu dasarnya, yang kemudian kalo lagi kepepet, aku praktekin itu bumbu-bumbu ke dalam bentuk bahan dasar makanan yang lain. Jadi misalnya kalo ada acara masak “Udang bumbu asam manis” maka aku akan mempratekkannya dalam bentuk “Ayam nugget bumbu asam manis” atau “Sosis goreng bumbu asam manis” hehehhe.. piss ah..
Tentunya dengan menonton acara masak gini semakin membuat kretivitas kita dalam mengolah bahan yang ada di kulkas semakin maksimal ^^v
Nah, salah satu acara masak memasak yang sekarang ini nggak pernah aku lewatkan adalah acara Gula-Gula tiap hari Sabtu jam 08.00 di Trans TV. Ini bukan acara masak memasak pertama yang aku tonton loh, mengingat nonton acara yang berbau makanan itu sudah menjadi salah satu hobi ku sejak masih di bangku SD. Hmm.. mulai suka semenjak ada acara itu tuh, Selera Nusantara nya Rudy Choirudin (bener ngga nulisnya?). Setelah itu ya.. aku tentunya suka melihat berbagai acara memasak, hmm.. aku suka banget deh Discovery Travel and Living!! Melihat masakan dari berbagai negara berikut cara memasaknya itu menyenangkan banget (walo aku juga ngga jago2 amat masak hehe..). Kalo acara Gula-Gula ini (yang dibawakan oleh Bara Pattiradjawane) aku senengnya karena masakannya relatif gampang dalam mengolahnya (terutama mengolah bumbunya). Yah.. terutama buat aku si tukang modifikasi bumbu ini menjadi bumbu itu tentunya sangat membantu banget deh resep-resep acara di Gula-Gula ini.
Sayangnya nih ya, aku tuh pengen banget bisa nyobain segala macem cake yang ditunjukkin cara buatnya sama chef Bara nya itu.. tapi hiks.. awak dak punya oven!! Huaaa.. sebel.. ada sih oven kupu2 nya ibux, tapi secara ibux juga udah ngga pernah pake karena rusak (inget banget deh terakhir kali dipake tu oven kupu2 waktu bikin kue2 kering macem kastengel gitu.. dan karena bagian atas si kue yang dipanggang ngga ngembang, akhirnya kami berinisiatif menaruh arang diatas oven sambil dikipasin.. bikin kastengel udah macam bikin sate hehhe.. ^^v). Padahal tadi baru aja ngeliat Blackforrest cherry yang diperagain ama chef Bara, yang keliatan banget gampang bikinnya karena pake cake instan.. huhu.. tapi ovennya ndak ada.. yow is lah.. >.<
Thanks buanget deh buat acara Gula-Gula.. hihi.. Luv it so much!! ^^v
What PUTRI RIADINI Means
You are influential and persuasive. You tend to have a lot of power over people. Generally, you use your powers for good. You excel at solving other people’s problems.
Occasionally, you do get a little selfish and persuade people to do things that are only in your interest.
You are a very lucky person.
Things just always seem to go your way. And because you’re so lucky, you don’t really have a lot of worries.
You just hope for the best in life. You’re sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.
You are a seeker. You often find yourself restless – and you have a lot of questions about life. You tend to travel often, to fairly random locations.
You’re most comfortable when you’re far away from home.
You are quite passionate and easily tempted.
Your impulses sometimes get you into trouble.
You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something.
You have a ton of energy, and most people can’t handle you.
You’re very intense.
You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.
You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.
You are usually the best at everything … you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic “Type A” personality.
You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.
You are powerful and competent, especially in the workplace.
People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.
You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.
You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.
You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.
from http://www.blogthings.com/whatsyournameshiddenmeaningquiz/outcome.php
I luv Swimming soooo muuuuch!!!
Weeeeeeeew!!
Udah lama banget tidak melakukan hobi ku yang satu ini!! Berenang!!
Yupz. Diawali oleh badan yang pegal2 sehari setelah ke Padalarang ituuu.. aku memutuskan untuk berenang!! yeah.. berenang adalah salah satu olahraga paling ampuh buatku untuk menghilangkan pegal2 dan stres!! huahahaha…
Entah karena emang ketagihan atau karena (emang) udah lama ngga berenang, aku bener2 jadi doyan berenang.. 2 hari sekali aku renang. Dan bahkan kemaren abis minggu berenang, karena senen nya di sabuga ada ladies day.. lanjut lagi deh berenang nya!! wuiii.. nagih hehehe..
I really love swimming. Satu-satunya olahraga yang dilatih secara serius pada diriku yang tidak seberapa ini.. hiks.
Dulu pertama kali belajar renang ituuu.. waktu SD tentunya. Jadi ceritanya ada bapak2 tetangga sebelah rumah yang memang seorang guru renang. Jadilah diriku ini “dititipkan” sama ibu dan bapakku pada bapak guru renang si tetangga itu. Terus terang.. itu bapak guru.. GALAK BENEEEEEER!! huahahhaa.. 2 hari sekali diriku yang masih SD ini dibopong ke kolam renang di daerah setiabudi (bandung) bernama VIP. Padahal sodara2.. rumah ku dulu di sumbersari lowh.. di daerah kopo sana yang jauhny ama si kolam renang itu bujugh buneng dah.. untung nya sih bandung di jaman dulu kagak kayak sekarang ruwet dan macetnya hehhe..
Abis dilatih renang itu… setelah jadi makin bisa renang.. aku bener2 cinta ama renang!!
Dulu malah waktu sma tiap 2 hari sekali aku berenang!! wew. pas kuliah+sekarang aja kedodoran renangnya.. hihi.. kenapa 2 hari sekali aku berenang? karena.. setelah 2 hari itu baju renang baru bersih+kering.. jadi dipake renang lagi deh huehehe..
Dan renang itu ampuh loh buat ku menguruskan perut buncit. Hihihi.. aku baru mulai renang 2 hari sekali selama seminggu setelah lama banget ngga pernah renang aja perutku langsung rata lagi!! wiii senangnya.. mungkin karena ini olahraga yang sudah mendarah daging yee ama diriku.. udah soulmate-an (halah) ama badanku.. buktinya, kalo badanku pegel2 atau flu.. malah sembuh nya kalo dipake renang. bukan dipijetin atau apa gt.. aneh juga ya kalo dipikir2..
I’ll never stop swimming. even I’m not an athlete (kecuali atlet olimpiade itb yang berhasil membuatku menggondol medali juara 2 dari belakang itu wuahahha..) I really really love swimming!!
Besok berenang lagi aaah… ^^v
Antara Sabar, Menerima, dan.. Mati Rasa..
Ketika ada kejadian yang mengejutkan akibat sebuah usaha susah payah yang hanya dihargai dengan jumlah kehadiran.. aku cuman bisa diam. Kaget juga sih, dan ada rasa tidak menerima sebuah ketidakadilan itu. Tapi setelah itu aku hanya bisa berkata, OK.. ya sudah..
Sepertinya aku sabar dan menerima. Tapi kenapa aku mengumpat? Kenapa aku masih suka terpikir bahwa itu memang tidak adil?? Tapi dari segala umpatan yang aku keluarkan, kenapa hatiku tenang? tidak ada rasa sakit ataupun tiba2 benci.. seperti mati rasa???
Apa sebenarnya yang terjadi pada diriku? setiap kali melihat suatu ke-unfair-an atau ke-unprofesonalism-an aku selalu merasa benci.. kesal.. tapi setelah itu.. kosong. nothing. pasrah aja dengan keadaan.. pasrah aja melihat sekeliling ku yang semakin menunjukkan situasi yang amat-sangat tidak membuatku nyaman.
Kalo aku bilang ke orang2 terdekatku.. Ini adalah pelajaran penerimaan dan kesabaran yang paling besar buat aku. Aku yang membenci ketidakadilan dan unprofesionalism harus melihat kenyataan itu dan tentunya harus menerima kenyataan itu. It’s okay.. it’s lifes.. bagian dari pelajaran utk menjadi lebih dewasa.
Tapi kalo menjadi dewasa itu artinya menjadi semakin tidak bisa berlaku adil, menghagai orang, dan tidak profesional.. aku akan memilih untuk tidak menjadi dewasa.. biar aku kayak anak kecil, childish, tapi aku tau arti kata menghargai orang, adil terhadap orang lain, profesional, dan bertanggung jawab.
Syukurlah rasa mati rasa itu ada. Paling tidak aku tidak semakin lama sakit hati melihat sebuah kenyataan yang seperti ini.
Tapi mungkin ini adalah sebuah makna dari usaha dan ikhtiar. Ketika usaha itu tidak menghasilkan sesuatu seperti yang kita harapkan.. akan ada hikmah disitu. Bukan kecewa, tapi hikmah untuk semakin berhati2 dalam hidup dan berusaha. Syukurlah Allah SWT masih memberikan semangat untuk berusaha. Allah Maha Adil..
While you were walking..
I am more than a walker.
Yupz.. salah satu aktivitas yang pasti2 kulakukan setiap hari adalah berjalan kaki. Bukan berarti aku jalan kaki dari rumah ampe kampus ya.. ajegile itu mah.. emang kiaracondong-itb deket ape??? Aku berjalan kaki dengan menempuh jarak tertentu untuk beberapa alasan:
1. Ngirit ongkos. secara kalo untuk jarak yang dekat ngga perlu deh ngeluarin ongkos barang 1rb-2rb, apalagi sekarang ini supir angkot semena2 memang naekin harga tarif nya..
2. Itung-itung olahraga
3. Biar badan ga melar
4. Melatih kekuatan kaki
5. Melatih kekuatan pernapasan
Hehehhe.. intinya sih aku suka jalan krn lumayan menggantikan jadwal olahraga ku yang berkurang akibat tembakan aktivitas sana-sini. Nah.. menjadi pejalan kaki di Indonesah (baca: kota Djakarta dan Bandung) ini terus terang amat-sangat-tidak nyaman. Sekali-kalinya diriku merasa amat-sangat-nyaman berjalan kaki itu hanya ketika aku berada di kota BALI.
Dan hari ini.. betapa aku sangat menyadari dan merasa bahwa menjadi pejalan kaki di kota berjudul Bandung yang katanya nyaman ini (GOD, it’s totally bener2 emang cuman “katanya”!!) adalah hal yang super sulit serta membuatmu merasa menjadi kaum minoritas yang tidak dihargai sama sekali. Apa yang membuat aku terpikir demikian? NIH:
1. No trotoar at all!! Benci sekali. Jalan di trotoar yang lebarnya seuprit eeeh.. di depannya ada tukang gorengan, tukang cimol, tukang tambal ban, ampe warung makan. Terpaksa diriku yang sedang anteng jalan di trotoar pindah sedikir ke pinggir jalan.. dan ketika berjalan di pinggir jalan..
2. TreeeeeeT.. motor yang nyelip2 tiba2 lewat sambil tidak lupa memberikan umpatan kepada ku si pejalan kaki “minggiiir neeeng!!”. Gosh.. untung dah ga keserempet!! Kalo ngga motor yang mepet2.. becak. Atau gerobak baso, kupat tahu, ampe gerobak sampah.. Fiuh.. ok2.. aku akan lebih berhati2.. dan sekarang mari kita menyebrang..
3. Kaki udah ambil ancang2 di zebra cross, liat kanan-kiri, ok let’s go.. tiba2.. Tulalit2.. Treeeet.. angkot dengan semena2 nya ambil posisi di depan ku yang mau nyebrang!! kasian sekali sih supir angkot itu.. ga bisa ngbedain orang yang mau nyebrang ama nyetop angkot!! emang ancang2 ku bukan kayak mau nyebrang yah!! dan ga sadar kah dy bahwa itu adalah hal yang membahayakan pejalan kaki?? kalo nabrak gimana?! Belom lagi nyebrang di jaman sekarang adalah perjuangan yang luar biasa. terutama perjuangan melawan motor!! jalan aja terus sana.. ngga mau ngasih jalan buat pejalan kaki.. ckckckck..
Tidakkah para pengemudi itu sadar bahwa pejalan kaki itu juga bagian dari pemakai dan pengguna jalan. mereka juga harus dihargai. jangan mentang2 kamu naik motor, naik angkot, atau naik mobil maka kamu dengan semena-mena melupakan mereka yang berjuang menyebrang, berjalan, sambil berkeringat karena kepanasan..
Dan tentunya sebagai pejalan kaki kamu juga harus punya etika, jangan ambil jalan orang seenaknya dengan berjalan berendeng 5 orang dalam satu garis. emang ini jalan lo doang apa?? (baca: banyak terjadi di wilayah itb dan sekitarnya).
Jalan itu milik kita semua. Katanya orang Indonesia berbudaya toleransi, berbagi, dan gotong royong.. mana?? Sedih rasanya pernah belajar penataran P4 dan PMP tapi ngga satu pun bisa dilihat buktinya di negara yang mengajarkan teori itu semua..
Indiana Chronicle = Putri Chronicle???
Tau buku Indiana Chronicle?? Ini adalah trilogi yang mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita bernama Indiana Lesmana. Buku karangan Clara Ng ini menarik banget!! Seru deh baca bukunya.

Buku pertama (Blues), bercerita banyak tentang sosok Indiana itu sendiri. Cerita di buku pertama ini mungkin lebih untuk mengenalkan kepada pembaca siapa Indiana itu, yang dikisahkan sebagai sesosok wanita yang sempet “down” ama hidupnya kemudian mulai menata dirinya sendiri supaya “bangkit” dan menjadi seorang wanita yang sukses dan jadi dirinya sendiri.

Buku kedua (Lipstic), lebih mengesankan tentang sosok Indiana yang sudah lebih dewasa dari buku pertamanya. Walaupun banyak kejadian konyol dalam hidupnya, Indi tetap menghadapi segala kekonyolannya itu dengan caranya sendiri, yang semakin bisa mendewasakan dirinya.

Buku ketiga (Bridesmaid), ini yang paling aku suka dari trilogi Indiana!! Bukan cuma karena akhirnya tuh happy ending and her life happily ever after.. tapi juga karena ceritanya lama2 dirasa (agak) mirip dengan duniaku sekarang! Hehhe..
Diceritakan disini, Indiana mengalami sebuah situasi sulit dimana dy harus menjadi pendamping pengantin (bridesmaid) ampe 3x. Dan bahkan 2 diantaranya berlangsung di hari yang sama! Totally impossible and ridiculous, memang hidup si Indi ini juga sama konyolnya dengan kehidupanku. Hehhe..
Indiana juga punya sodara sepantaran dengannya, yang cukup dekat dengannya, persis kan kayak aku ama buuk San??
Ada juga secuil kisah dimana Sara (sodara nya Indiana) berkata pada Indiana:
Bahwa Indiana adalah magnet yang bisa menarik semua masalah di dunia ini ke dalam dirinya..
Okay, aku cuma jadi teringat sama seseorang yang pernah bilang hal yang serupa kepadaku. Dan yang jelas sih Indiana dikisahkan punya kekasih bernama Francis, yang merupakan seorang businessman sejati, yang sibuknya minta ampun, sehingga mereka harus bisa spend some quality time kalau lagi ada waktu buat ketemu. Sound’s familiar isn’t it?? Hehhe.. yang jelas sih, Indiana mengajarkan banyak hal yang bisa bikin kita ngeh.. bahwa sebuah ungkapan “be your self” itu bener lowh.. dengan ketawa, sedih, kecewa, kita bener-bener akan merasakan bahwa diri kita itu lebih dari apapun.
Mungkin bedanya kalo Indiana bisa jadi Pemimpin Redaksi.. kalo aku bisa ngga ya?? hehhe..
So, anyway.. Indiana Chronicle = Putri Chronicle???