Antara kata hati, tanggung jawab, dan kemauan.
Kick Andy malam itu 290808 TOP banget. Bukan cuman gara-gara ada si mas Bara Pattiradjawane, tapi karena memang isinya a whole packet of inspiration.
Ternyata di dunia ini memang isinya penuh dengan pilihan. Ada Nugie yang memilih jalan sebagai penyanyi dan meninggalkan bangku kuliahnya, Damien pesulap itu yang sebenarnya sarjana ekonomi, dan Bara Pattiradjawane yang sebenarnya sudah sangat siap untuk menjadi seorang diplomat kemudian merasa bahwa memasak adalah jalan hidupnya.
Tapi memilih jalan hidup yang benar-benar sesuai untuk diri kita dan memang akhirnya akan membuat kita berhasil didalamnya bukan hal yang mudah juga. Kadang seseorang bisa saja merasa suka dan hobi melakukan sesuatu, tapi kemudian yang ada ternyata dia tidak berhasil kemudian menjadi merasa salah jalan and then get frustrated, blablabla..
Sebenarnya yang perlu digarisbawahi ketika kita membicarakan tentang pilihan hidup kita adalah kata hati, tanggung jawab, dan kemauan.
Ikuti kata hati kita. Kita mau melakukan apa sebenarnya? Dan kita bisa mendengar kata hati kita itu hanya ketika kita dekat dengan pemilik hati kita (Tuhan YME). Benar kata Nugie di acara Kick Andy itu, lagunya yang berjudul Lentera Hati itu menginsyaratkan bahwa dalam hati setiap umat manusia di dunia ini, pasti “disentuh” oleh Tuhan. Tapi saat dimana kita mersakan “sentuhan” itulah yang berbeda-beda, baik caranya maupun waktunya. Banyak orang yang mungkin seketika mendapat inspirasi tentang apa yang ingin lakukan sebenarnya ketika dia sedang melamun, memasak, atau bahkan mau tidur. No problemo. Pada intinya, setiap orang pasti bisa tau apa sesungguhnya yang ia ingin lakukan, tinggal bagaimana ia bisa mendengarkan isi hatinya. Dan rasanya hal tersebut tetap bergantung pada kedekatan manusia dengan Tuhan. Semakin kita mendekat kepadaNya, semakin kita tau, apa yang Dia bisikkan pada kita lewat hati kita.
Ketika kita sudah tau isi dan kata hati kita, dan kita tau apa cita-cita kita, selanjutnya yang perlu kita lakukan ada bagaimana kita bertanggungjawab dengan pilihan kita. Ini bukan hal yang gampang. Karena biasanya, seseorang yang bergerak dan berjalan mengikuti kata hati, dijamin pasti banyak godaan. Apapun itu. Karena itu ada satu hal lagi yang penting untuk mendukung tanggung jawab kita terhadap pilihan kita, yaitu kemauan. Mau kah kita mengikuti setiap tahap yang perlu kita lakukan untuk menjadi terbaik pada bidang yang kita pilih?? Tak sedikit manusia yang menyerah di tahap mau/tidak ini dan memilih jalur aman saja karena itu akan memberikan sebuah nilai kenyamanan hidup untuknya. Pada dasarnya ketika kita sudah memilih jalan pun, tidak mungkin kita melaluinya tanpa kerja keras, karena segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang instan. Tidak ada orang yang bisa langsung berhasil walaupun dia sudah tau dia suka apa dan ingin jadi apa. Bahkan si Bambi (Bambino, dorama Jepang) harus bekerja menjadi seorang pelayan dulu hanya untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang Chef. Bagaimana seseorang itu bisa bertanggungjawab dan fokus dalam melewati tahap yang harus dilalui demi mewujudkan keinginannya itulah hal yang terberat dalam mengikuti kata hati. Tapi untuk seseorang yang mau melangkah dan fokus untuk mewujudkan kata hati, untuk menjadi yang terbaik pada bidang yang dipilihnya, tentu dia pasti berhasil. Dan keberhasilan itu tentunya membuktikan banyak hal pada orang-orang yang mungkin ragu pada diri kita, dan tentu juga kita berhasil membuktikan bahwa kita telah bertanggungjawab atas apa yang kita pilih.
Ada satu kalimat dari Bara Pattiradjawane yang aku suka, “Ketika kita telah memilih sesuatu hal, lakukan sebaik mungkin, begitu baiknya sampai orang mencari kita karena kebaikan itu”. Hal yang serupa juga pernah aku baca di buku (alm)Chrisye “Apapun profesi mu, jadikanlah ia membuatmu dihargai orang”. Ini menjelaskan betapa pentingnya kita bertanggungjawab dengan jalan apa yang telah kita pilih.
Let’s get focused.
“Orang yang tidak pernah fokus dengan apa yang dilakukannya, dia tidak akan pernah berhasil mencapai mimpinya” (Bambino)